PENJELASAN
ATAS
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 68 TAHUN 1999
TENTANG
TATA CARA PELAKSANAAN PERAN SERTA MASYARAKAT
DALAM PENYELENGGARAAN NEGARA
|
I. |
UMUM |
||||
|
|
Undang-undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggara Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme Pasal 9 ayat (3) menegaskan bahwa tata cara pelaksanaan peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan negara perlu diatur dengan Peraturan Pemerintah. Maksud peran serta masyarakat tersebut untuk mewujudkan hak dan tanggung jawab masyarakat dalam penyelenggaraan negara yang bersih. Di samping itu, diharapkan pula peran serta tersebut lebih menggairahkan masyarakat untuk melaksanakan kontrol sosial terhadap Penyelenggara Negara. |
||||
|
|
Peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan negara diwajibkan dalam bentuk antara lain, mencari, memperoleh, dan memberikan data atau mengenai informasi penyelenggaraan negara, dan hak menyampaikan saran dan pendapat secara bertanggung jawab terhadap kebijakan penyelengggara negara. |
||||
|
|
Sesuai dengan prinsip keterbukaan dalam negara demokrasi yang mengharuskaa Penyeienggara Negara membuka diri terhadap hak masyarakat untuk memperoleh informasi yang benar, jujur, dan tidak diskriminatif mengenai Penyelenggaraan Negara, maka dalam Peraturan Pemerintah ini diatur mengenai hak dan tanggung jawab serta kewajiban masyarakat dan Penyelenggara Negara secara berimbang. Hal ini dimaksudkan agar masyarakat memperoleh perlindungan hukum dalam menggunakan haknya untuk memperoleh dan menyampaikan informasi tentang Penyelenggara Negara. Kebebasan menggunakan hak tersebut haruslah disertai dengan tanggung jawab untuk mengemukakan fakta dan kejadian yang sebenarnya dengan menaati dan menghormati aturan-aturan moral yang diakui umum serta hukum dan peraturan perundangan-undangan yang berlaku. |
||||
|
|
Peraturan Pemerintah ini juga mengatur mengenai tanggung jawab Penyelenggara Negara atas setiap pemberian informasi dan pelayanan kepada masyarakat. |
||||
|
|
Sebaliknya masyarakat berhak menyampaikan keluhan, saran, atau kritik tentang penyelenggaraan negara yang dianggap tidak sesuai dengan peraturan perundangan-undangan yang berlaku. Pengalaman dalam kehidupan sehari-hari menunjukkan bahwa keluhan. saran, atau kritik masyarakat tersebut sering tidak ditanggapi dengan baik dan benar |
||||
|
|
Oleh karena itu, dalam rangka mengoptimalkan peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan negara. Penyelenggara Negara diwajibkan untuk memberikan jawaban atau keterangan sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing. Kewajiban tersebut diimbangi pula dengan kesempatan Penyelenggara Negara menggunakan hak jawab berupa bantahan terhadap informasi yang tidak benar dari masyarakat. |
||||
|
II. |
PASAL DEMI PASAL |
||||
|
|
Pasal 1 |
||||
|
|
|
Cukup jelas |
|||
|
|
Pasal 2 |
||||
|
|
|
Ayat (1) |
|||
|
|
|
|
Huruf a |
||
|
|
|
|
|
Cukup jelas |
|
|
|
|
|
Huruf b |
||
|
|
|
|
|
Cukup jelas |
|
|
|
|
|
Huruf c |
||
|
|
|
|
|
Cukup jelas |
|
|
|
|
|
Huruf d |
||
|
|
|
|
|
Anaka 1) |
|
|
|
|
|
|
|
Cukup jelas |
|
|
|
|
|
Angka 2) |
|
|
|
|
|
|
|
Yang dimaksud dengan "saksi ahli" adalah keterangan ahli sebagaimana dimaksud dalam Pasal 184 ayat (1) huruf b Undang-undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana. |
|
|
|
Ayat (2) |
|||
|
|
|
|
Cukup jelas |
||
|
|
Pasal 3 |
||||
|
|
|
Ketentuan dalam ayat ini dimaksudkan agar terdapat suatu kepastian hukum bahwa informasi yang diperlukan oleh masyarakat hanya dapat diberikan oleh instansi atau lembaga sesuai dengan fungsinya masing-masing. |
|||
|
|
Pasal 4 |
||||
|
|
|
Cukup jelas |
|||
|
|
Pasal 5 |
||||
|
|
|
Penyampaian tembusan informasi kepada masing-masing pejabat tersebut, dimaksudkan agar pejabat sebagai atasan yang bersangkutan mengetahui permasalahannya. |
|||
|
|
Pasal 6 |
||||
|
|
|
Yang dimaksud dengan "secara bertanggung jawab" adalah dalam memberikan informasi harus disertai dengan data yang akurat. |
|||
|
|
Pasal 7 |
||||
|
|
|
Cukup jelas |
|||
|
|
Pasal 8 |
||||
|
|
|
Penyampaian saran dan pendapat oleh masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal ini, dapat dilakukan dengan cara lainnya antara lain seminar, diskusi panel, lokakarya. |
|||
|
|
Pasal 9 |
||||
|
|
|
Cukup jelas |
|||
|
|
Pasal 10 |
||||
|
|
|
Cukup jelas |
|||
|
|
Pasal 11 |
||||
|
|
|
Cukup jelas |
|||
|
TAMBAHAN LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3866 |
|||||