|
LAMPIRAN II PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 145/PMK.04/2006 TENTANG PERUBAHAN ATAS KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 84/KMK.04/2003 TENTANG TATALAKSANA PEMBAYARAN DAN PENYETORAN PENERIMAAN NEGARA DALAM RANGKA IMPOR, PENERIMAAN NEGARA ATAS BARANG KENA CUKAI BUATAN DALAM NEGERI |
|
TATALAKSANA PEMBAYARAN DAN PENYETORAN PENERIMAAN NEGARA DALAM RANGKA IMPOR MELALUI KPBC |
|||||
|
A. |
Importir atau Wajib Bayar. |
||||
|
1. |
Mengisi dan menandatangani formulir PIB atau PIBT dengan lengkap dan benar. |
||||
|
2. |
Menerima Surat Penetapan Kekurangan Pembayaran Bea Masuk, Cukai, PDRI dan atau denda administrasi /ST/SP/SPSA dari KPBC. |
||||
|
3. |
Melakukan pembayaran di KPBC tempat pemenuhan kewajiban Pabean dengan menyerahkan : |
||||
| a. | PIB atau PIBT yang telah diisi dengan lengkap dan benar atau Surat Penetapan Kekurangan Pembayaran Bea Masuk, Cukai, PDRI dan atau denda administrasi /ST/SP/ SPSA; dan | ||||
| b. |
Uang pembayaran yang jumlahnya sama dengan jumlah nominal yang tercantum dalam PIB, PIBT atau Surat Penetapan Kekurangan Pembayaran Bea Masuk, Cukai, PDRI dan atau denda administrasi /ST/SP/SPSA yang bersangkutan. |
||||
| 4. |
Menerima kembali PIB atau PIBT dari KPBC untuk dilengkapi dan diperbaiki, dalam hal pengisiannya belum lengkap dan benar. |
||||
| 5. |
Menyerahkan kembali PIB atau PIBT yang telah dilengkapi dan diperbaiki beserta uang pembayaran sebagaimana dimaksud dalam butir 3. |
||||
| 6. |
Menerima Bukti Pembayaran berupa BPPCP dari KPBC atas pembayaran Penerimaan Negara Dalam Rangka Impor. |
||||
|
B. |
Kantor Pelayanan Bea dan Cukai (KPBC). |
||||
| 1. |
KPBC berkewajiban memungut, menerima, menyimpan, menyetorkan, dan menatausahakan Penerimaan Negara Dalam Rangka Impor sesuai ketentuan perundangundangan yang berlaku. |
||||
| 2. |
Menerima PIB atau PIBT atau Surat Penetapan Kekurangan Pembayaran Bea Masuk, Cukai, PDRI dan atau denda administrasi /ST/SP/SPSA yang diajukan oleh Importir atau Wajib Bayar. |
||||
| 3. |
Meneliti kelengkapan dan kebenaran Pengisian PIB atau PIBT. |
||||
| 4. |
Meneliti pembayaran yang menggunakan dokumen dasar Surat Penetapan Kekurangan Pembayaran Bea Masuk, Cukai, PDRI dan atau denda administrasi /ST/SP/SPSA, apakah atas pembayaran tersebut harus dikenakan bunga sebesar 2% (dua persen) setiap bulan atau tidak. |
||||
| 5. |
Menerima uang pembayaran yang jumlahnya sama dengan jumlah nominal yang tercantum dalam PIB, PIBT, Surat Penetapan Kekurangan Pembayaran Bea Masuk, Cukai, PDRI dan atau denda administrasi /ST/SP/SPSA apabila dokumen tersebut telahdiisi dengan lengkap dan benar. |
||||
| 6. |
Mengembalikan PIB atau PIBT kepada Importir atau Wajib bayar untuk dilengkapi dan diperbaiki dalam hal pengisiannya belum lengkap dan benar. |
||||
| 7. |
Menerima kembali PIB atau PIBT yang telah dilengkapi dan diperbaiki beserta uang pembayaran sebagaimana dimaksud dalam butir 5. |
||||
| 8. |
Memberikan bukti pembayaran berupa BPPCP kepada Importir atau Wajib Bayar ataspembayaran Penerimaan Negara Dalam Rangka Impor. |
||||
| 9. |
Mendistribusikan BPPCP : |
||||
| a. | Lembar ke-1 untuk pengeluaran barang; | ||||
| b. | Lembar ke-2 untuk KPBC; | ||||
| c. |
Lembar ke-3 untuk Penyetor. |
||||
|
10. |
Menyetorkan seluruh penerimaan Penerimaan Negara Dalam Rangka Impor ke Kas Negara melalui Bank Devisa Persepsi/Bank Persepsi/Pos Persepsi; |
||||
|
11. |
Penyetoran sebagaimana dimaksud dalam butir 10 dilakukan setiap hari dengan ketentuan: |
||||
| a. | Seluruh penerimaan pada hari itu harus disetorkan selambat-lambatnya pada hari kerja berikutnya; | ||||
| b. | Untuk penyetoran Penerimaan Negara Dalam Rangka Impor digunakan satu formulir SSPCP dalam rangkap 4 (empat), untuk semua Mata Anggaran Penerimaan (MAP); | ||||
| c. | Pengisian formulir SSPCP dilakukan dengan lengkap dan benar sesuai petunjuk pengisiannya; | ||||
| d. |
Formulir sebagaimana dimaksud dalam butir c diserahkan ke Bank Devisa Persepsi, Bank Persepsi atau Kantor Pos Persepsi beserta uang setoran yang jumlahnya sama dengan jumlah nominal yang tercantum dalam SSPCP. |
||||
| 12. |
Menerima bukti penyetoran dan menerima kembali SSPCP lembar ke-1, atau BPN lembar ke-1 yang telah dibubuhi tanda penerimaan oleh Bank Devisa Persepsi, Bank Persepsi atau Pos Persepsi. |
||||
|
C. |
Bank Devisa Persepsi, Bank Persepsi atau Pos Persepsi. |
||||
| 1. | Menerima setoran pembayaran Penerimaan Negara Dalam Rangka Impor dari KPBC dengan menggunakan formulir SSPCP. | ||||
| 2. | Mendistribusikan SSPCP atau BPN kepada : | ||||
| a. | Lembar ke-1 untuk KPBC; | ||||
| b. | Lembar ke-2 untuk KPPN; | ||||
| c. | Lembar ke-3 untuk Penyetor/Wajib Pajak; | ||||
| d. | Lembar ke-4 untuk Bank Devisa Persepsi, Bank Persepsi atau Pos Persepsi. | ||||
| MENTERI KEUANGAN | |||||
| ttd. | |||||
| SRI MULYANI INDRAWATI | |||||
Lampiran III.....................