MENTERI KEUANGAN

REPUBLIK INDONESIA

SALINAN

KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

NOMOR 569/KMK.05/1998


TENTANG


TATA CARA PEMBERIAN PEMBEBASAN BEA MASUK ATAS lMPOR

BARANG UNTUK KEPERLUAN BADAN INTERNASIONAL BESERTA PARA

PEJABATNYA YANG BERTUGAS DI INDONESIA


MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA,

 

Menimbang

:

a.

bahwa badan internasional seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa beserta organisasinya atau organisasi internasional lainnya, baik dengan perjajnjian maupun tidak telah memberikan bantuan teknis dalam bidang sosial, ekonomi dan/atau kebudayaan di Indonesia;

 

 

b.

bahwa sehubungan dengan butir a dan dalam rangka pelaksanaan Undang-undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan, dipandang perlu untuk mengatur ketentuan pemberian pembebasan bea masuk atas barang untuk keperluan badan internasional dan pejabatnya yang bertugas di Indonesia dengan suatu Keputusan Menteri Keuangan;

Mengingat

:

1.

Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan (Lembaran Negara Tahun 1995 Nomor 75, Tambahan Lembaran Negara Tahun 1995 Nomor 3612);

 

 

2.

Keputusan Presiden Nomor 122/M Tahun 1998;

 

 

3.

Keputusan Menteri Keuangan Nomor 25/KMK.05/1997 tentang Tatalaksana Kepabeanan di Bidang Impor;

 

 

MEMUTUSKAN :

Menetapkan

:

KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA TENTANG TATA CARA PEMBERIAN PEMBEBASAN BEA MASUK ATAS IMPOR BARANG UNTUK KEPERLUAN BADAN INTERNASIONAL BESERTA PARA PEJABATNYA YANG BERTUGAS DI INDONESIA.

 

Pasal 1

 

 

(1)

Dalam Keputusan ini yang dimaksud dengan :

 

 

 

a.

Badan internasional adalah badan internasional yang bertempat kedudukan di Indonesia atas penunjukkan induk badan internasional yang bersangkutan, yang memberikan bantuan teknis dalam bidang sosial, ekonomi, dan atau kebudayaan di Indonesia.

 

 

 

b.

Pejabat dan tenaga ahli badan internasional adalah orang bangsa asing yang diangkat langsung oleh induk organisasi badan internasional yang bersangkutan untuk menjalankan tugas atau jabatan di Indonesia, dan tidak merupakan tenaga yang diangkat setempat.

 

 

(2)

Badan internasional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sebagaimana ditetapkan dalam Lampiran I Keputusan ini.

 

Pasal 2

 

 

Pembebasan bea masuk diberikan atas impor barang untuk keperluan badan internasional beserta pejabat dan tenaga ahli sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1.

 

Pasal 3

 

 

Barang yang diimpor untuk keperluan badan internasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 meliputi :

 

 

a.

barang yang dipergunakan untuk pemakaian sendiri, termasuk untuk anggota keluarganya, oleh pejabat dan tenaga ahli yang bekerja untuk badan internasional;

 

 

b.

barang yang dikirim oleh induk badan internasional kepada badan internasional yang berada di Indonesia;

 

 

c.

 barang proyek dan non proyek dalam rangka kerja sama teknik.

 

Pasal 4

 

 

Penetapan dan perubahan badan internasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 yang mendapatkan pembebasan bea masuk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ditetapkan dengan Keputusan Menteri Keuangan.

 

Pasal 5

 

 

(1)

Untuk keperluan badan internasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 diberikan pembebasan bea masuk atas impor kendaraan bermotor roda empat yang diproduksi di dalam negeri.

 

 

(2)

Untuk keperluan kantor badan internasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 diberikan pembebasan bea masuk atas impor kendaraan bermotor roda empat dalam keadaan utuh (CBU) sebanyak-banyaknya 2 (dua) buah.

 

 

(3)

Kendaraan bermotor sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan (2), hanya dapat dijual atau dipindahtangankan oleh yang bersangkutan atau kuasanya, dengan ketentuan :

 

 

 

a.

sekurang-kurangnya telah dipergunakan selama 2 (dua) tahun; atau

 

 

 

b.

tugasnya di Indonesia berakhir sebelum 2 (dua) tahun.

 

 

(4)

Atas penjualan atau pemindahtanganan sebagaimana dimaksud pada ayat (3), bea masuk dan pajak dalam rangka impor yang terutang harus dilunasi dengan menggunakan tarif pembebanan dan nilai pabean yang berlaku pada saat kendaraan bermotor dimaksud dijual atau dipindahtangankan.

 

Pasal 6

 

 

(1)

Pemberian pembebasan bea masuk dilaksanakan oleh Direktur Jenderal Bea dan Cukai atas permohonan pimpinan badan internasional setelah mendapatkan rekomendasi dari Menteri Sekretaris Negara RI atau pejabat yang ditunjuknya.

 

 

(2)

Permohonan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dibuat menurut contoh pada Lampiran II Keputusan ini.

 

Pasal 7

 

 

Penjualan atau pemindahtanganan kendaraan bermotor sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 dapat dilaksanakan setelah mendapatkan persetujuan Direktur Jenderal Bea dan Cukai berdasarkan persetujuan dari Menteri Sekretaris Negara RI atau pejabat yang ditunjuknya.

 

Pasal 8

 

 

Ketentuan teknis lebih lanjut yang diperlukan bagi pelaksanaan Keputusan ini diatur oleh Direktur Jenderal Bea dan Cukai.

 

Pasal 9

 

 

Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan dan mempunyai daya laku surut terhitung sejak tanggal 27 Januari 1998.

 

 

Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengumuman Keputusan ini dengan menempatkannya dalam Berita Negara Republik Indonesia.

 

 

 

 

 

Ditetapkan di Jakarta

 

 

 

 

 

pada tanggal 22 Desember 1998

 

 

 

 

 

MENTERI KEUANGAN,

           
          ttd.
           
          BAMBANG SUBIANTO

 

 

  Lampiran I
  Keputusan menteri Keuangan
  Nomor : 569/KMK.05/1998
  Tanggal : 22 Desember 1998

 

 

DAFTAR NAMA-NAMA BADAN INTERNASIONAL :

 

I. BADAN-BADAN INTERNASIONAL DARI PERSERIKATAN BANGSA-BANGSA
  1. ADB (Asian Development Bank)
  2. IBRD (International Bank for Reconstruction and Development)
  3. IDA (International Development Association)
  4. IFC (International Finance of Corporation)
  5. IMF (lnternational Monetery Fund)
  6. UNDP (United Nation Development Programme) meliputi :
    a. IAEA (International Atomic Energy Agency)    
    b. ICAO (International Civil Aviation Organization)
    c. ITU (International Telecommunication Union)
    d. UNIDO (International Nations Industrial Development Organizations)
    e. UPU (Universal Postal Union)
    f. WMO (World Meteorological Organization)
    g. UNU (United Nations University)
    h. UNV (United Nations Volunteer)
    i. UNCTAD (United Nations Conference on Trade and Development)
    j. UNDTCD (United Nations Departement for Technical Cooperation and Development)
    k. UNEP (United Nations Environment Programme)
    l. UNCHS (United Nations Center for Human Seattlement)
    m. ESCAP (Economic and Social Commission for Asia and Pasific)
    n. UNFPA (United Nations Fund for Population Activities)
    o. WFP (World Food Programme)
    p. IMO (International Maritime Organization)
    q. WIPO (World Intellectual Property Organization)
    r. IFAD (International Fund for Agriculture Organization)
    s. GATT (Government Agreement on Tariffs and Trade)
    t. ITC (International Trade Centre)
    u. WTO (World Tourisme Organization)
  7. FAO (Food and Agriculture Organization)
  8. ILO (International Labour Organization)
  9. UNHCR (United Nations High Commissioner for Refugees)
  10. UNIC (United Nations Information Centre)
  11. UNICEF (United Nations Children's Fund)
  12. UNESCO (United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization)
  13. WHO (World Health Organization)
  14. WORLD BANK
  15. CEC/MEE (The Commission of the European Communities)
II. KERJASAMA BlLATERAL :
  1. Kerjasama Teknik Rusia-Republik Indonesia
  2. Kerjasama Teknik Jerman Barat-Republik Indonesia
  3. Kerjasama Teknik Perancis-Republik Indonesia
  4. Kerjasama Teknik Negeri Polandia-Republik Indonesia .
  5. Kerjasama Teknik Negeri Amerika Serikat-Repliblik Indonesia
    (USAID : United State Agency for International Developmnet)
  6. Kerjasama Teknik Swiss-Republik Indonesia
  7. Kerjasama Teknik Italia-Republik Indonesia
  8. Kerjasama Teknik Belgia-Republik Indonesia
  9. Kerjasama Teknik Denmark-Republik Indonesia
  10. Kerjasama Teknik Korea-Republik Indonesia
  11. Kerjasama Teknik Finlandia-Republik Indonesia
  12. Kerjasama Ekonomi dan Teknik Malaysia - RI
  13. Kerjasama Ekonomi dan Teknik Singapura - RI
  14. Kerjasama Ekonomi, Perdagangan dan Teknik RRC - RI
  15. Kerjasama Ekonomi, Ilmu Pengetahuan dan Teknik Vietnam - RI
  16. Kerjasama Ekonomi dan Teknik Thailand - RI
  17. Kerjasama Ilmu Pengetahuan dan Teknik Meksiko - RI
  18. Kerjasama Teknik Brunai Darussalam - RI
  19. Kerjasama Teknik Kerajaan Arab Saudi - RI
  20. Kerjasama Teknik Iran - RI
  21. Kerjasama Teknik Pakistan - RI
  22. Kerjasama Teknik Philippina - RI
III. COLOMBO PLAN
  1. Colombo Plan Australia
  2. Colombo Plan Canada
  3. Colombo Plan India
  4. Colombo Plan lnggris
  5. Colombo Plan Jepang meliputi :
    a. OECF : Overseas Economic Cooperations Fund
    b. JICA    : Japan International Cooperation Agency
  6. Colombo Plan New Zealand
  7. IPECC (Pakistan-Republik Indonesia)
IV. KERJASAMA KEBUDAYAAN
  1. Kerjasama Kebudayaan Jepang-Republik Indonesia
  2. Kerjasama Kebudayaan Mesir/RPA-Republik Indonesia
  3. Kerjasama Kebudayaan Austria-Republik Indonesia
V. ORGANISASI-ORGANISASI ASING DAN LAINNYA
  1. SEAMEO (South East Asian Minister of Education Organization)
  2. AEEMTRC (Asean-EC Energy Management Training and Research Centre).
  3. NORAD (The Norwegian Agency for International Development)
  4. FPP Int. (Foster Parents Plan Int.)
  5. PCI (Project Concern International)
  6. IDRC (The International Development Research Centre)
  7. Kerjasama Teknik di Bidang Perkoperasian antara DMTCI/CLUSA-Republik Indonesia
  8. WWF (The World Wildlife Fund)
  9. The Popula!ion Council-Republik Indonesia
  10. NLRA  (TheNetheriands Leprosy Relief Association)
  11. WVI (The World Vision International)
  12. MCC (The Mennonite Central Comanittee of Akron Pensylvania USA)-Pemerintah Republik Indonesia
  13. OISCA INT. (The Organization of Industrial, Spritual and Cultural Advancement International)-Republik Indonesia
  14. IFDC (The International Fertilizer Development Centre)-Pemerintah Republik Indonesia.
  15. APCU (The Asean Heads of Population Coordonation unit) 
  16. SIL (The Summer Institute of Linguistics, Inc.)
  17. IPC (The International Pepper Community)
  18. APCC (Asian and Pasific Coconut Community)
  19. PROJECT HOPE (The People Health Foundation, Inc.)
  20. CIP (The International Potato Centre)
  21. USC CANADA (The Unitarian Service Committee of Canada)
  22. ICRC (The International Committe of Red Cross)
  23. TDN (Terre Des Hommes Netherlands)
  24. The Global Partners
  25. CIRAD (Le Centre De Cooperation internationale en Recherche Agronomique Pour Le Development)
  26. CIMMYT (the Internationale Maize and Wheat Inprovmente Center)
  27. HKI (Helen Keller International, Inc.)
  28. Taipei Economic and Trade Office
  29. FADO (Flemish Organization for Assistance on Development)
  30. Sasakawa Memorial Health Foundation
  31. KAS (Konrad Adenauer Stiftung)
  32. SACFU (The South Australian CRANIO-FACIAL Unit)
  33. Programme for Appropriate Technology in Health, USA-PATH
  34. SCF (The Save The Children Federation/Community Development Foundation)
  35. CIFOR (The Center of International Forestry Reseach)
  36. The Pathfinder Fund
  37. ICA (The Institute of Cultural Affair)
  38. AWB (Asian Wetland Bureau)
  39. Birdlife International
  40. Kyoto University, Jepang
  41. JAIF (Japan Atomic Industrial Forum)
  42. CCA (The Canadian Cooperative Association)
  43. ICRAF (The lnternational Cetre for Research in Agroforestry)
  44. SWISSCONTACT (Swisscontact -  Swiss Foundation for Technical Cooperation)
  45. Winrock International
  46. Stichting Tropenbos
  47. Utrecht University, Netherlands
  48. The Moslem World League (Rabita Alam Islamiyah)
  49. John Snow, Inc./Mother Care Project
  50. PACT (Private Agencies Collaborating Together)
VI. ORGANISASI SWASTA INTERNASIONAL
  1. Asian Foundation
  2. The British council
  3. CARE ( Cooperation for America Relief Everywhere Incorporation)
  4. CCF (Christian Children's Fund)
  5. CRS (Catholic Relief Service)
  6. The Ford Foundation
  7. Friedrich Ebert Stiftung
  8. FNS (Friedrich Neumann Stiftung)
  9. IECS (International Executive Service Cooperation)
  10. IRRI (International Rice Research Institute)
  11. Leprosy Mission International
  12. OXFAM (Oxford Committee for Famine Relief)
  13. Rockfeller Foundation
  14. WE (World Education, Incorporated, USA)
        MENTERI KEUANGAN
         
        ttd.
         
        BAMBANG SUBIANTO

 

 

  Lampiran I
  Keputusan menteri Keuangan
  Nomor : 569/KMK.05/1998
  Tanggal : 22 Desember 1998

 

 

 

SEKRETARIAT NEGARA RI

  Nomor :    
  Tanggal :    

 

Yang bertanda tangan di bawah ini :

  Nama :      
  Wakil                 dari

 

Pejabat Tertinggi

 

menerangkan dengan ini bahwa barang-barang sebagaimana tersebut di bawah ini. AKAN DIDATANGKAN/TELAH DlDATANGKAN/AKAN DlKlRlMKAN dengan kapal laut/udara/pos (nama kapal)

  Bill of
  Lading            
  Airway Bill      No.
  PPKP

 

TANDA & NOMOR URAIAN BARANG NILAI PABEAN
 

 

   

 

  Merupakan barang-barang :

 

(x) (I)

untuk keperluan pemakaian sendiri oleh :

 

    Pejabat      
    (nama)  
    Tenaga ahli  
       
    pada:

(nama badan)

  (x) (2) untuk keperlun kantor (pemakaian dinas)  
     

(nama badan)

  (x) (3) proyek dan non proyek dalam rangka kerja sama teknik  
     

(nama proyk/non proyek)

 

la mohon agar diberikan pembcbasan bea masuk, cukai dan pajak dalam rangka impor lainnya bcrdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Nomor . . . .  tanggal  . . . .

       
  Mengetahui dan setuju  

 

MENTERI SEKRETARIS NEGARA RI

 

  u.b.  
  Kepala Biro Kerjasama Teknik Luar Negeri WAKIL DARI                       
    PEJABAT TERTINGGI
     
     
                                                                            
     
     

 

  MENTERI KEUANGAN,
   
  ttd.
   
  BAMBANG SUBIANTO


 


.