PENJELASAN

 

ATAS


PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA

NOMOR 13 TAHUN 2010


TENTANG


JENIS DAN TARIF ATAS JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK

YANG BERLAKU PADA BADAN PERTANAHAN NASIONAL
 

I.

UMUM

 

Sehubungan dengan adanya jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang baru dan perubahan tarif atas jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak pada Badan Pertanahan Nasional serta penyederhanaan dalam penetapan tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak dan dalam upaya mengoptimalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak guna menunjang Pembangunan Nasional perlu meninjau kembali Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2002 tentang Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku pada Badan Pertanahan Nasional.

 

Dengan ditetapkannya Peraturan Pemerintah ini diharapkan dapat meningkatkan Penerimaan Negara Bukan Pajak pada Badan Pertanahan Nasional untuk dikelola dan dimanfaatkan dalam rangka peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

II.

PASAL DEMI PASAL

 

Pasal 1

 

 

Cukup jelas.

 

Pasal 2

 

 

Huruf a

 

 

 

Cukup jelas.

 

 

Huruf b 

 

 

 

Yang dimaksud dengan "Pengukuran dan Pemetaan Bidang Tanah Dalam Rangka Penetapan Batas" adalah seluruh jenis kegiatan pengukuran dan pemetaan di lingkungan Badan Pertanahan Nasional dalam rangka penerbitan sertifikat hak atas tanah atau kegiatan pertanahan lainnya .

 

 

 

Angka 1

 

 

 

 

Cukup jelas

 

 

 

Angka 2

 

 

 

 

Yang dimaksud dengan "Secara Massal" adalah permohonan yang diajukan paling sedikit 10 (sepuluh) bidang dalam 1 (satu) kelurahan, desa, atau nama lainnya.

 

 

 

Angka 3

 

 

 

 

Cukup jelas.

 

 

 

Angka 4

 

 

 

 

Yang dimaksud dengan "Legalisasi Gambar Ukur Surveyor Berlisensi" adalah legalisasi gambar ukur hasil pengukuran dan pemetaan batas bidang tanah yang dilakukan oleh surveyor berlisensi.

 

 

Huruf c

 

 

 

Yang dimaksud dengan "Pelayanan Pengukuran dan Pemetaan Batas Ruang Atas Tanah, Ruang Bawah Tanah, atau Ruang Perairan" adalah seluruh jenis kegiatan pengukuran dalam rangka penetapan batas ruang atas tanah, atau ruang bawah tanah untuk penerbitan sertifikatnya atau kegiatan pertanahan lainnya.

 

Pasal 3

 

 

Cukup jelas.

 

Pasal 4

 

 

Ayat (1)

 

 

 

Yang dimaksud dengan:

 

 

 

"hektar" adalah luas sama dengan 10.000 m2

 

 

 

"Tu" adalah Tarif Pelayanan Pengukuran dan Pemetaan Bidang Tanah dalam rangka Penetapan Batas.

 

 

 

"L" adalah Luas tanah yang dimohon dalam satuan luas meter persegi (m2).

 

 

 

"HSBKu" adalah Harga Satuan Biaya Khusus kegiatan pengukuran yang berlaku untuk tahun berkenaan, untuk komponen belanja bahan dan honor yang terkait dengan keluaran (output) kegiatan.

 

 

 

Contoh:

 

 

 

HSBKu untuk tahun 2010 adalah sebesar Rp80.000,00, maka penghitungan tarif Pengukuran dan Pemetaan Batas Bidang Tanah:

 

 

 

a)

luas tanah sampai dengan 10 hektar

 

 

 

 

1)

luas tanah 300 m2

 

 

 

 

 

Tu =

(300   x Rp80.000,00)  + Rp100.000,00

 

 

 

 

 

 500

 

 

 

 

 

     =

Rp48.000,00 + Rp100.000,00 

 

 

 

 

 

     =

Rp148.000,00

 

 

 

 

 

Jadi, tarif yang dikenakan sebesar Rp148.000,00

 

 

 

 

2)

luas tanah 5.000 m2

 

 

 

 

 

Tu =

(5.000x Rp80.000,00) + Rp100.000,00

   500

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

     =

Rp800.000,00 + Rp100.000,00

 

 

 

 

 

     =

Rp900.000,00

 

 

 

 

 

Jadi, tarif yang dikenakan sebesar Rp900.000,00

 

 

 

 

3)

luas tanah 75.000 m2 (7,5 hektar)

 

 

 

 

 

Tu =

(75.000  x Rp80.000,00) + Rp100.000,00

    500

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

     =

Rp12.000.000,00 + Rp100.000,00

 

 

 

 

 

     =

Rp12.100.000,00

 

 

 

 

 

Jadi, tarif yang dikenakan sebesar Rp12.100.000,00

 

 

 

b)

luas tanah lebih dari 10 hektar sampai dengan 1.000 hektar

 

 

 

 

1)

luas tanah 200.000 m2 (20 hektar)

 

 

 

 

 

Tu =

(200.000  x Rp80.000,00) + Rp14.000.000,00

 

 

 

 

 

  4.000

 

 

 

 

 

     =

Rp4.000.000,00 + Rp14.000.000,00

 

 

 

 

 

     =

Rp18.000.000,00

 

 

 

 

 

Jadi, tarif yang dikenakan sebesar Rp18.000.000,00 

 

 

 

 

2)

luas tanah 9.000.000 m2 (900 hektar)

 

 

 

 

 

Tu =

(9.000.000 x Rp80.000,00) + Rp14.000.000,00

 

 

 

 

 

    4.000

 

 

 

 

 

     =

Rp180.000.000,00 + Rp14.000.000,00

 

 

 

 

 

     =

Rp194.000.000,00

 

 

 

 

 

Jadi, tarif yang dikenakan sebesar Rp 194.000.000,00 

 

 

 

c)

luas tanah lebih dari 1.000 hektar

 

 

 

 

1)

luas tanah 20.000.000 m2 (2.000 hektar)

 

 

 

 

 

Tu =

(20.000.000 x Rp80.000,00) + Rp134.000.000,00

 

 

 

 

 

    10.000

 

 

 

 

 

     =

Rp160.000.000,00 + Rp134.000.000,00

 

 

 

 

 

     =

Rp294.000.000,00

 

 

 

 

 

Jadi, tarif yang dikenakan sebesar Rp294.000.000,00

 

 

 

 

2)

luas tanah 150.000.000 m2 (15.000 hektar)

 

 

 

 

 

Tu =

(150.000.000 x Rp80.000,00)+ Rp134.000.000,00

 

 

 

 

 

     10.000

 

 

 

 

 

     =

Rp1.200.000.000,00 + Rp134.000.000,00

 

 

 

 

 

     =

Rp1.334.000.000,00

 

 

 

 

 

Jadi, tarif yang dikenakan sebesar Rp1.334.000.000,00 

 

 

Ayat (2)

 

 

 

Yang dimaksud dengan:

 

 

 

"Tum" adalah Tarif Pelayanan Pengukuran dan Pemetaan Bidang Tanah Secara Massal.

 

 

 

Contoh:

 

 

 

HSBKu untuk tahun 2010 adalah sebesar Rp80.000,00, maka penghitungan tarif Pengukuran dan Pemetaan Batas Bidang Tanah secara massal:

 

 

 

luas tanah 300 m2

 

 

 

Tu =

(300 x Rp 80.000,00) + Rp100.000,00

 

 

 

 500

 

 

 

     =

Rp48.000,00 + Rp100.000,00

 

 

 

     =

Rp148.000,00

 

 

 

dikenakan tarif 75% dan Tu, maka:

 

 

 

Tum=

75% X Rp148.000,00

 

 

 

     =

Rp111.000,00

 

 

 

Jadi, tarif yang dikenakan sebesar Rp111.000,00 

 

 

Ayat (3)

 

 

 

Yang dimaksud dengan:

 

 

 

"Tpb" adalah Tarif Pelayanan Pengembalian Batas

 

 

 

Contoh:

 

 

 

HSBKu untuk tahun 2010 adalah sebesar Rp80.000,00, maka penghitungan tarif Pelayanan Pengembalian Batas:

 

 

 

luas tanah 300 m2

 

 

 

Tu =

(300 x Rp80.000,00) + Rp100.000,00

 

 

 

 500

 

 

 

=

Rp48.000,00 + Rp100.000,00

 

 

 

=

Rp148.000,00

 

 

 

Dikenakan tarif 150% dan Tu, maka:

 

 

 

Tpb =

150% x Rp148.000,00 -

 

 

 

=

Rp222.000,00

 

 

 

Jadi, tarif yang dikenakan sebesar Rp222.000,00

 

 

Ayat (4)

 

 

 

Yang dimaksud dengan:

 

 

 

"Tsl" adalah Tarif Pelayanan Legalisasi Gambar Ukur Surveyor Berlisensi.

 

 

 

Contoh:

 

 

 

HSBKu untuk tahun 2010 adalah sebesar Rp80.000,00, maka tarif Pelayanan Legalisasi Gambar Ukur Surveyor Berlisensi:

 

 

 

luas tanah 300 m2

 

 

 

 

 

 

 

Tu =

(300 x Rp80.000,00) +Rp100.000,00

 

 

 

 500

 

 

 

=

Rp48.000,00 + Rp100.000,00

 

 

 

=

Rp148.000,00

 

 

 

Dikenakan tarif 30% dari Tu, maka:

 

 

 

Tsl =

( 30% x Rp148.000,00

 

 

 

=

Rp44.400,00

 

 

 

Jadi, tarif yang dikenakan sebesar Rp44.400,00.

 

Pasal 5

 

 

Pengukuran dan Pemetaan Batas Ruang Atas Tanah, Ruang Bawah Tanah, atau Ruang Perairan dilaksanakan secara 3 (tiga) dimensi, dengan perhitungan panjang, lebar, dan tinggi berupa ruang dengan menggunakan metode, teknologi, waktu, penyimpanan data, dan penyajian yang lebih khusus.

 

Pasal 6

 

 

Huruf a

 

 

 

Yang dimaksud dengan "Panitia A" adalah panitia yang bertugas melaksanakan pemeriksaan, penelitian, dan pengkajian data fisik dan data yuridis di lapangan dan di kantor dalam rangka penyelesaian permohonan pemberian Hak Milik, Hak Guna Bangunan, Hak Pakai atas tanah Negara, Hak Pengelolaan, dan permohonan pengakuan hak atas tanah.

 

 

Huruf b

 

 

 

Yang dimaksud dengan "Panitia B" adalah Panitia yang bertugas melaksanakan pemeriksaan, penelitian, dan pengkajian data fisik dan data yuridis di lapangan maupun di kantor dalam rangka penyelesaian permohonan pemberian, perpanjangan, dan pembaruan Hak Guna Usaha.

 

 

Huruf c

 

 

 

Yang dimaksud dengan "Tim Peneliti Tanah" adalah tim yang bertugas melaksanakan pemeriksaan, penelitian dan pengkajian data fisik dan data yuridis di lapangan dan di kantor dalam rangka penyelesaian permohonan pemberian hak atas tanah instansi pemerintah dan pemerintah daerah.

 

 

Huruf d

 

 

 

Yang dimaksud dengan "Petugas Konstatasi" adalah petugas (Kepala Kantor Pertanahan atau Pejabat yang ditunjuk) yang melaksanakan pemeriksaan data fisik dan data yuridis di lapangan dan di kantor dalam rangka pemberian Hak Atas Tanah yang berasal dari tanah yang sudah pernah terdaftar dan perpanjangan serta pembaruan Hak Atas Tanah kecuali Hak Guna Usaha.

 

Pasal 7

 

 

Ayat (1)

 

 

 

Yang dimaksud dengan:

 

 

 

"Tpa" adalah Tarif Pelayanan Pemeriksaan Tanah oleh Panitia A. "L" adalah Luas tanah yang dimohon dalam satuan luas meter persegi (m2)

 

 

 

"HSBKpa" adalah Harga Satuan Biaya Khusus kegiatan Pemeriksaan Tanah oleh Panitia A untuk tahun berkenaan, untuk komponen belanja bahan dan honor yang terkait dengan keluaran (output) kegiatan sidang panitia pemeriksaan tanah, penerbitan Keputusan hak, dan penerbitan sertifikat.

 

 

 

Contoh:

 

 

 

HSBKpa untuk tahun 2010 adalah sebesar Rp67.000,00 maka penghitungan tarif Pelayanan Pemeriksaan Tanah oleh Panitia A:

 

 

 

a)

luas tanah 300 m2

 

 

 

 

Tpa =

(300 x Rp67.000,00) + Rp350.000,00

 

 

 

 

 500

 

 

 

 

=

Rp40.200,00 + Rp350.000,00

 

 

 

 

=

Rp390.200,00

 

 

 

 

Jadi, tarif yang dikenakan sebesar Rp390.200,00

 

 

 

b)

luas tanah 5.000 m2

 

 

 

 

Tpa =

(5.000 x Rp67.000,00) + Rp350.000,00

 

 

 

 

  500

 

 

 

 

=

Rp670.000,00 + Rp350.000,00

 

 

 

 

=

Rp1.020.000,00

 

 

 

 

Jadi, tarif yang dikenakan sebesar Rp1.020.000,00

 

 

 

c)

luas tanah 75.000 m2 (7,5 hektar)

 

 

 

 

Tpa =

(75.000 x Rp67.000,00) + Rp350.000,00

 

 

 

 

    500

 

 

 

 

=

Rp10.050.000,00 + Rp350.000,00

 

 

 

 

=

 Rp10.400.000,00

 

 

 

 

Jadi, tarif yang dikenakan sebesar Rp 10 0400.000,00

 

 

Ayat (2)

 

 

 

Yang dimaksud dengan:

 

 

 

"Tpam" adalah Tarif Pelayanan Pemeriksaan Tanah oleh Panitia A untuk Pemeriksaan Tanah secara massal.

 

 

 

Contoh:

 

 

 

HSBKpa untuk tahun 2010 adalah sebesar Rp67.000,00, maka penghitungan tarif Pelayanan Pemeriksaan Tanah oleh Panitia A untuk Pemeriksaan Tanah secara massal:

 

 

 

luas tanah 300 m2

Tpam =

1/5 x

(300 x Rp67.000,00) + Rp350.000,00

 

 

 

 500

 

 

 

 

=

1/5 x Rp40.200,00+ Rp350.000,00

 

 

 

 

=

Rp8.040,00 + Rp350.000,00

 

 

 

 

=

Rp358.040,00

 

 

 

Jadi, tarif yang dikenakan sebesar Rp358.040,00.

 

Pasal 8

 

 

Yang dimaksud dengan:

 

 

"Tpb" adalah Tarif Pelayanan Pemeriksaan Tanah oleh Panitia B.

 

 

"L" adalah Luas tanah yang dimohon dalam satuan luas meter persegi (m2).

 

 

"HSBKpb" adalah Harga Satuan Biaya Khusus kegiatan pemeriksaan tanah oleh Panitia B untuk tahun berkenaan, untuk komponen belanja bahan dan honor yang terkait dengan keluaran (output) kegiatan sidang panitia pemeriksaan tanah, penerbitan Keputusan Hak dan penerbitan sertifikat.

 

 

Contoh:

 

 

HSBKpb untuk tahun 2010 adalah sebesar Rp67.000,00, maka penghitungan tarif Pelayanan Pemeriksaan Tanah oleh Panitia B:

 

 

a)

luas tanah 200.000 m2 (20 hektar)

 

 

 

Tpb =

(200.000 x Rp67.000,00) + Rp5.000.000,00

 

 

 

 100.000

 

 

 

=

Rp134.000,00 + Rp5.000.000,00

 

 

 

=

Rp5.134.000,00

 

 

 

Jadi, tarif yang dikenakan sebesar Rp5.134.000,00

 

 

b)

luas tanah 50.000.000 m2 (5.000 hektar)

 

 

 

Tpb =

(50.000.000 x Rp67.000,00) + Rp5.000.000,00

 

 

 

   100.000

 

 

 

=

Rp33.500.000,00 + Rp5.000.000,00

 

 

 

=

Rp38.500.000,00

 

 

 

Jadi, tarif yang dikenakan sebesar Rp38.500.000,00.

 

 

c)

luas tanah 150.000.000 m2 (15.000 hektar)

 

 

 

Tpb =

(150.000.000 x Rp67.000,00) + Rp5.000.000,00

 

 

 

   100.000

 

 

 

=

Rp100.500.000,00 + Rp5.000.000,00

 

 

 

=

Rp105.500.000,00

 

 

 

Jadi, tarif yang dikenakan sebesar Rp105.500.000,00. 

 

Pasal 9

 

 

Ayat (1)

 

 

 

Yang dimaksud dengan:

 

 

 

"Tpp" adalah Tarif Pelayanan Pemeriksaan Tanah oleh Tim Peneliti Tanah :

 

 

 

"L" adalah Luas tanah yang dimohon dalam satuan luas meter persegi (m2). 

 

 

 

"HSBKpp" adalah Harga Satuan Biaya Khusus kegiatan Pemeriksaan Tanah oleh Tim Peneliti Tanah untuk tahun berkenaan, untuk komponen belanja bahan dan honor yang terkait dengan keluaran (output) kegiatan sidang panitia pemeriksaan tanah, penerbitan Keputusan hak, dan penerbitan sertifikat.

 

 

 

Contoh:

 

 

 

HSBKpp untuk tahun 2010 adalah sebesar Rp67.000,00, maka penghitungan tarif Pelayanan Pemeriksaan Tanah oleh Tim Peneliti Tanah:

 

 

 

1)

luas tanah 300 m2

 

 

 

 

Tpp =

(300 x Rp67.000,00) + Rp350.000,00

 

 

 

 

 500

 

 

 

 

=

Rp40.200,00 + Rp350.000,00

 

 

 

 

=

Rp390.200,00

 

 

 

 

Jadi, tarif yang dikenakan sebesar Rp390.200,00.

 

 

 

2)

luas tanah 5.000 m2

 

 

 

 

Tp =

(5.000 x  Rp67.000,00) + Rp350.000,00

 

 

 

 

  500

 

 

 

 

=

Rp670.000,00 + Rp350.000,00

 

 

 

 

=

Rp1.020.000,00

 

 

 

 

Jadi, tarif yang dikenakan sebesar Rp1.020.000,00.

 

 

 

3)

luas tanah 75.000 m2 (7,5 hektar)

 

 

 

 

Tp =

(75.000 x Rp67.000,00) + Rp350.000,00

 

 

 

 

    500

 

 

 

 

=

Rp10.050.000,00 + Rp350.000,00

 

 

 

 

=

Rp10.400.000,00

 

 

 

 

Jadi, tarif yang dikenakan sebesar Rp10.400.000,00

 

 

Ayat (2)

 

 

 

Yang dimaksud dengan:

 

 

 

"Tpm" adalah Tarif Pelayanan Pemeriksaan Tanah oleh Tim Peneliti Tanah untuk Pemeriksaan Tanah secara massal.

 

 

 

"L" adalah Luas tanah yang dimohon dalam satuan luas meter persegi (m2).

 

 

 

"HSBKpm" adalah Harga Satuan Biaya Khusus kegiatan pemeriksaan Tanah oleh Tim Peneliti Tanah untuk Pemeriksaan Tanah secara massal untuk tahun berkenaan, untuk komponen belanja bahan dan honor yang terkait dengan keluaran (output) kegiatan sidang panitia pemeriksaan tanah, penerbitan Keputusan hak dan penerbitan sertifikat.

 

 

 

Contoh: 

 

 

 

HSBKpm untuk tahun 2010 adalah sebesar Rp67.000,00, maka penghitungan tarif Pelayanan Pemeriksaan Tanah oleh Tim Peneliti Tanah untuk pemeriksaan tanah secara massal:

 

 

 

luas tanah 300 m2

 

 

 

Tpm =

1/5 x

(300 x Rp67.000,00) + Rp350.000,00

 

 

 

 500

 

 

 

=

1/5 x Rp40.200,00 + Rp350.000,00

 

 

 

=

Rp8.040,00 + Rp350.000,00

 

 

 

=

Rp358.040,00

 

 

 

Jadi, tarif yang dikenakan sebesar Rp358.040,00 

 

Pasal 10

 

 

Yang dimaksud dengan:

 

 

"Tpk" adalah Tarif Pelayanan Pemeriksaan Tanah oleh Petugas Konstatasi.

 

 

"L" adalah Luas tanah yang dimohon dalam satuan luas meter persegi  (m2).

 

 

"HSBKpk" adalah Harga Satuan Biaya Khusus kegiatan Pemeriksaan Tanah oleh Petugas Konstatasi untuk tahun berkenaan, untuk komponen belanja bahan dan honor yang terkait dengan keluaran (output) kegiatan sidang panitia pemeriksaan tanah, penerbitan Keputusan hak dan penerbitan sertifikat.

 

 

Contoh:

 

 

HSBKpk untuk tahun 2010 adalah sebesar Rp67.000,00, maka penghitungan tarif Pelayanan Pemeriksaan Tanah oleh Petugas Konstatasi:

 

 

a)

luas tanah 300 m2

 

 

 

Tpa =

(300 x Rp67.000,00) + Rp350.000,00

 

 

 

 500

 

 

 

=

Rp40.200,00 + Rp350.000,00

 

 

 

=

Rp390.200,00 

 

 

 

Dikenakan tarif 50% dari Tpa, maka:

 

 

 

Tpk =

50% x Rp390.200,00

 

 

 

=

Rp195.100,00

 

 

 

Jadi, tarif yang dikenakan sebesar Rp195.100,00.

 

 

b)

luas tanah 5.000 m2

 

 

 

Tpa =

(5.000 x Rp67.000,00) + Rp350.000,00

 

 

 

  500

 

 

 

=

Rp670.000,00 + Rp350.000,00

 

 

 

=

Rp1.020.000,00

 

 

 

Dikenakan tarif 50% dari Tpa, maka:

 

 

 

Tpk =

50% x Rp 1.020.000,00

 

 

 

=

Rp510.000,00

 

 

 

Jadi, tarif yang dikenakan sebesar Rp510.000,00.

 

 

c)

luas tanah 75.000 m2 (7,5 hektar)

 

 

 

Tpa =

(75.000 x Rp67.000,00) + Rp350.000,00

 

 

 

   500

 

 

 

=

Rp10.050.000,00 + Rp350.000,00

 

 

 

=

Rp10.400.000,00

 

 

 

Dikenakan tarif 50% dari Tpa, maka:

 

 

 

Tpk =

50% x Rp10.400.000,00

 

 

 

=

Rp 5.200.000,00

 

 

 

Jadi, tarif yang dikenakan sebesar Rp 5.200.000,00. 

 

Pasal 11

 

 

Yang dimaksud dengan "Konsolidasi Tanah" adalah kebijakan pertanahan mengenai penataan kembali penguasaan, pemilikan, penggunaan dan pemanfaatan tanah (P4T) sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah serta usaha penyediaan tanah untuk kepentingan pembangunan dalam rangka meningkatkan kualitas lingkungan dan pemeliharaan sumberdaya alam dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat.

 

Pasal 12

 

 

Ayat (1)

 

 

 

Yang dimaksud dengan:

 

 

 

"Tkts" adalah Tarif Pelayanan Konsolidasi Tanah Secara Swadaya.

 

 

 

"L" adalah Luas tanah yang dimohon dalam satuan luas meter persegi (m2).

 

 

 

"Tu" adalah Tarif Pengukuran dan Pemetaan Bidang Tanah yang digunakan untuk:

 

 

 

a.

pengukuran dan pemetaan keliling;

 

 

 

b.

pengukuran Topografi;

 

 

 

c.

pengukuran dan pemetaan Rincikan;

 

 

 

d.

pemindahan desain ke lapang,

 

 

 

"Tph" adalah Tarif Pelayanan Pendaftaran Tanah untuk Pertama Kali dan Pemeliharaan Data Pendaftaran Tanah sebagaimana tercantum dalam Lampiran Peraturan Pemerintah ini.

 

 

 

"HSBKu" adalah Harga Satuan Biaya Khusus kegiatan pengukuran yang berlaku untuk tahun berkenaan, untuk komponen belanja bahan dan honor yang terkait dengan keluaran (output) kegiatan.

 

 

 

Contoh:

 

 

 

Penghitungan tarif Pelayanan Konsolidasi Tanah Secara Swadaya Pertanian:

 

 

 

Tuan A, Tuan B, dan Tuan C sepakat untuk menata tanah pertanian mereka yang saling berbatasan melalui pelayanan konsolidasi tanah secara swadaya pertanian. Luas tanah Tuan A, Tuan B, dan Tuan C masing-masing adalah 1.000 m2, 2.000 m2, dan 3.000 m2

 

 

 

HSBKu adalah sebesar Rp80.000,00

 

 

 

Tarif Pelayanan Pendaftaran Tanah untuk Pertama Kali berupa Pelayanan Pendaftaran Keputusan Pemberian Hak Atas Tanah untuk perorangan sesuai lampiran Peraturan Pemerintah ini sebesar Rp50.000,00. Penghitungan tarif untuk masing-masing bidang adalah:

 

 

 

a)

bidang tanah Tuan A

        1) menghitung Tu untuk bidang tanah Tuan A
          Tu = (1.000 x Rp80.000,00) + Rp100.000,00
             500
         

=

Rp160.000,00 + Rp100.000,00
         

=

Rp260.000,00. 
        2) memasukkan variabel Tu dalam rumus Tkts
          Tkts = (1.000 + 500 x  (3 x Rp260.000,00 x 3/4) + Rp50.000,00
                0,020
         

=

Rp75.000 + Rp585.000,00 + Rp50.000,00
         

=

Rp710.000,00
          Jadi, tarif yang dikenakan kepada Tuan A sebesar Rp710.000,00.

 

 

 

b)

bidang tanah Tuan B

1)

menghitung Tu untuk bidang tanah Tuan B

 

 

 

 

 

Tu =

(2.000 x Rp80.000,00) + Rp100.000,00

 

 

 

 

 

  500

 

 

 

 

 

=

Rp320.000,00 + Rp100.000,00

 

 

 

 

 

=

Rp420.000,00.

 

 

 

 

2)

memasukkan variabel Tu dalam rumus Tkts

 

 

 

 

 

Tkts =

(2.000 + 500 x (3 x Rp420.000,00 x 3/4 ) + Rp50.000,00

 

 

 

 

 

    0,020

 

 

 

 

 

=

Rp125.000 + Rp945.000,00 + Rp50.000,00

 

 

 

 

 

=

Rp1.120.000,00

 

 

 

 

 

Jadi, tarif yang dikenakan kepada Tuan B sebesar Rp1.120.000,00. 

 

 

 

c)

bidang tanah Tuan C

 

 

 

 

1)

 menghitung Tu untuk bidang tanah Tuan C

 

 

 

 

 

Tu =

(3.000 x Rp80.000,00) + Rp100.000,00

 

 

 

 

 

  500

 

 

 

 

 

=

Rp480.000,00 + Rp100.000,00

 

 

 

 

 

=

Rp580.000,00

 

 

 

 

2)

memasukkan variabel Tu dalam rumus Tkts 

 

 

 

 

 

Tkts =

(3.000 + 500) + 3 x Rp580.000,00 x 3/4)+ Rp50.000,00

 

 

 

 

 

      0,020

 

 

 

 

 

=

Rp175.000 + Rp1.305.000,00 + Rp50.000,00

 

 

 

 

 

=

Rp1.530.000,00

 

 

 

 

 

Jadi, tarif yang dikenakan kepada Tuan C sebesar Rp1.530.000,00. 

 

 

Ayat (2)

 

 

 

Contoh:

 

 

 

Penghitungan tarif Pelayanan Konsolidasi Tanah Secara Swadaya Nonpertanian:

 

 

 

Tuan D, Tuan E, dan Tuan F sepakat untuk menata tanah nonpertanian mereka yang saling berbatasan melalui pelayanan konsolidasi tanah secara swadaya nonpertanian. Luas tanah Tuan D, Tuan E, dan Tuan F masing-masing adalah 500 m2, 600 m2, dan 700 m2.

 

 

 

HSBKu adalah sebesar Rp80.000,00.

 

 

 

Tarif Pelayanan Pendaftaran Tanah untuk Pertama Kali berupa Pelayanan Pendaftaran Keputusan Pemberian Hak Atas Tanah untuk perorangan sesuai lampiran Peraturan Pemerintah ini sebesar Rp50.000,00. Penghitungan tarif untuk masing-masing bidang adalah:

 

 

 

a)

bidang tanah Tuan D 

 

 

 

 

1)

menghitung Tu untuk bidang tanah Tuan D

 

 

 

 

 

Tu =

(500 x Rp80.000,00) + Rp100.000,00

 

 

 

 

 

 500

 

 

 

 

 

=

Rp80.000,00 + Rp100.000,00

 

 

 

 

 

=

Rp180.000,00 

 

 

 

 

2)

memasukkan variabel Tu dalam rumus Tkts

 

 

 

 

 

Tkts =

(500 + 500) +(3 x Rp180.000,00 x 3/4) + Rp50.000,00

 

 

 

 

 

    0,004

 

 

 

 

 

=

Rp250.000,00 + Rp405.000,00 + Rp50.000,00

 

 

 

 

 

=

Rp705.000,00

 

 

 

 

 

Jadi, tarif yang dikenakan kepada Tuan D sebesar Rp705.000,00.

 

 

 

b)

bidang tanah Tuan E

 

 

 

 

1)

menghitung Tu untuk bidang tanah Tuan E

 

 

 

 

 

Tu =

(600 x Rp80.000,00) + Rp100.000,00

 

 

 

 

 

 500

 

 

 

 

 

=

Rp96.000,00 + Rp100.000,00

 

 

 

 

 

=

Rp196.000,00

 

 

 

 

2)

memasukkan variabel Tu dalam rumus Tkts

 

 

 

 

 

Tkts =

(600 + 500) + +(3 x Rp 196.000,00 x 3/4 ) + Rp50.000,00

 

 

 

 

 

    0,004

 

 

 

 

 

=

Rp275.000,00 + Rp441.000,00 + Rp50.000,00

 

 

 

 

 

=

Rp766.000,00

 

 

 

 

 

Jadi, tarif yang dikenakan kepada Tuan E sebesar Rp766.000,00. 

 

 

 

c)

bidang tanah Tuan F 

 

 

 

 

1)

menghitung Tu untuk bidang tanah Tuan F

 

 

 

 

 

Tu =

(700 x Rp80.000,00) + Rp100.000,00

 

 

 

 

 

 500

 

 

 

 

 

=

Rp112.000,00 + Rp100.000,00

 

 

 

 

 

=

Rp212.000,00 

 

 

 

 

2)

memasukkan variabel Tu dalam rumus Tkts

 

 

 

 

 

Tkts =

(700 + 500) +(3 x Rp212.000,00 x 3/4) + Rp50.000,00

 

 

 

 

 

     0,004

=

Rp300.000,00 + Rp477.000,00 + Rp50.000,00

 

 

 

 

 

=

Rp827.000,00

 

 

 

 

 

Jadi, tarif yang dikenakan kepada Tuan F sebesar Rp827.000,00.

 

Pasal 13

 

 

Yang dimaksud dengan "Pertimbangan Teknis Pertanahan" adalah ketentuan dan syarat penggunaan dan pemanfaatan tanah sebagai dasar dalam penerbitan izin lokasi, penetapan lokasi, dan izin perubahan penggunaan tanah.

 

Pasal 14

 

 

Ayat (1)

 

 

 

Yang dimaksud dengan:

 

 

 

"Tptil" adalah Tarif Pelayanan Pertimbangan Teknis Pertanahan dalam rangka Izin Lokasi.

 

 

 

"L" adalah Luas tanah yang dimohon dalam satuan luas meter persegi (m2).

 

 

 

"HSBKpb" adalah Harga Satuan Biaya Khusus kegiatan pemeriksaan Tanah oleh Panitia B untuk tahun berkenaan, untuk komponen belanja bahan dan honor yang terkait dengan keluaran (output) kegiatan sidang panitia pemeriksaan tanah, penerbitan Keputusan hak, dan penerbitan sertifikat.

 

 

 

Contoh:

 

 

 

HSBKpb untuk tahun 2010 adalah sebesar Rp67.000,00, maka penghitungan Tarif Pelayanan Pertimbangan Teknis dalam rangka Izin Lokasi:

 

 

 

a)

luas tanah 200.000 m2 (20 hektar)

 

 

 

 

Tptil =

(200.000 x Rp67.000,00) + Rp5.000.000,00

 

 

 

 

 100.000

 

 

 

 

=

Rp134.000,00 + Rp5.000.000,00

 

 

 

 

=

Rp5.134.000,00

 

 

 

 

Jadi, tarif yang dikenakan sebesar Rp 5.134.000,00.

 

 

 

b)

luas tanah 50.000.000 m2 (5.000 hektar)

 

 

 

 

Tptil =

(50.000.000 x Rp67.000,00) + Rp5.000.000,00

 

 

 

 

   100.000

 

 

 

 

=

Rp33.500.000,00 + Rp5.000.000,00

 

 

 

 

=

Rp38.500.000,00

 

 

 

 

Jadi, tarif yang dikenakan sebesar Rp38.500.000,00. 

 

 

 

c)

luas tanah 150.000.000 m2 (15.000 hektar)

Tptil =

(150.000.000 x Rp67.000,00) + Rp5.000.000,00

 

 

 

 

     100.000  

 

 

 

 

=

Rp100.500.000,00 + Rp5.000.000,00

 

 

 

 

=

Rp105.500.000,00

 

 

 

 

Jadi,tarif yang dikenakan sebesar Rp105.500.000,00.

 

 

Ayat (2)

 

 

 

Yang dimaksud dengan: 

 

 

 

"Tptpl" adalah Tarif Pelayanan Pertimbangan Teknis Pertanahan dalam rangka Penetapan Lokasi.

 

 

 

"L" adalah Luas tanah yang dimohon dalam satuan luas meter persegi (m2).

 

 

 

"HSBKpb" adalah Harga Satuan Biaya Khusus kegiatan pemeriksaan Tanah oleh Panitia B untuk tahun berkenaan, untuk komponen belanja bahan dan honor yang terkait dengan keluaran (output) kegiatan sidang panitia pemeriksaan tanah, penerbitan Keputusan hak, dan penerbitan sertifikat.

 

 

 

Contoh:

 

 

 

HSBKpb untuk tahun 2010 adalah sebesar Rp67.000,00, maka penghitungan tarif Pelayanan Pertimbangan Teknis Pertanahan dalam rangka Penetapan Lokasi:

 

 

 

a)

luas tanah 200.000 m2 (20 hektar)

 

 

 

 

Tptil =

(200.000 x Rp67.000,00) + Rp5.000.000,00

 

 

 

 

 100.000

 

 

 

 

=

Rp134.000,00 + Rp5.000.000,00

 

 

 

 

=

Rp5.134.000,00

 

 

 

 

Dikenakan tarif 50% dari Tptil, maka:

 

 

 

 

Tptil =

50% x Rp 5.134.000,00

 

 

 

 

=

Rp 2.567.000,00

 

 

 

 

Jadi, tarif yang dikenakan sebesar Rp2.567.000,00. 

 

 

 

b)

luas tanah 50.000.000 m2 (5.000 hektar)

 

 

 

 

Tptil =

(50.000.000  x Rp67.000,00) + Rp5.000.000,00

 

 

 

 

   100.000

 

 

 

 

=

Rp33.500.000,00 + Rp5.000.000,00

 

 

 

 

=

Rp38.500.000,00

 

 

 

 

Dikenakan tarif 50% dari Tptil, maka:

 

 

 

 

Tptil =

50% x Rp38.500.000,00

 

 

 

 

=

Rp19.250.000,00

 

 

 

 

Jadi, tarif yang dikenakan sebesar Rp19.250.000,00.

 

 

 

c)

luas tanah 150.000.000 m2 (15.000 hektar)

 

 

 

 

Tptil =

(150.000.000 x Rp67.000,00) + Rp5.000.000,00

 

 

 

 

    100.000

 

 

 

 

=

Rp100.500.000,00 + Rp5.000.000,00

 

 

 

 

=

Rp105.500.000,00

 

 

 

 

Dikenakan tarif 50% dari Tptil, maka:

 

 

 

 

Tptil =

50% x Rp105.500.000,00

 

 

 

 

=

Rp52.750.000,00

 

 

 

 

Jadi, tarif yang dikenakan sebesar Rp52.750.000,00.

 

 

Ayat (3)

 

 

 

Yang dimaksud dengan:

 

 

 

"Tptip" adalah Tarif Pelayanan Pertimbangan Teknis Pertanahan dalam rangka Izin Perubahan Penggunaan Tanah.

 

 

 

 "L" adalah Luas tanah yang dimohon dalam satuan luas meter persegi (m2).

 

 

 

"HSBKpa" adalah Harga Satuan Biaya Khusus kegiatan pemeriksaan Tanah oleh Panitia A untuk tahun berkenaan, untuk komponen belanja bahan dan honor yang terkait dengan keluaran (output) kegiatan sidang panitia pemeriksaan tanah, penerbitan Keputusan hak, dan penerbitan sertifikat.

 

 

 

Contoh:

 

 

 

HSBKpa untuk tahun 2010 adalah sebesar Rp67.000,00, maka penghitungan Tarif Pelayanan Pertimbangan Teknis Pertanahan dalam rangka Izin Perubahan Penggunaan Tanah:

 

 

 

a)

luas tanah 300 m2

 

 

 

 

Tptip=

(300 x Rp67.000,00) + Rp350.000,00

 

 

 

 

 500

=

Rp40.200,00 + Rp350.000,00

 

 

 

 

=

Rp390.200,00

 

 

 

 

Jadi, tarif yang dikenakan sebesar Rp390.200,00 

 

 

 

b)

luas tanah 5.000 m2

 

 

 

 

Tptip=

(5.000 x Rp67.000,00) + Rp350.000,00

 

 

 

 

  500

 

 

 

 

=

Rp670.000,00 + Rp350.000,00

 

 

 

 

=

Rp1.020.000,00

Jadi, tarif yang dikenakan sebesar Rp1.020.000,00. 

c)

luas tanah 75.000 m2 (7,5 hektar)

Tptip=

(75.000 x  x Rp67.000,00) + Rp350.000,00

  500

=

Rp10.050.000,00 + Rp350.000,00

=

Rp10.400.000,00

Jadi, tarif yang dikenakan sebesar Rp10.400.000,00

Pasal 15

 

 

Huruf a

 

 

 

Yang dimaksud dengan "Pendaftaran Tanah Untuk Pertama Kali" adalah kegiatan pendaftaran tanah yang dilakukan terhadap objek pendaftaran tanah yang belum didaftar.

 

 

Huruf b

 

 

 

Yang dimaksud dengan "Pemeliharaan Data Pendaftaran Tanah" adalah kegiatan pendaftaran tanah untuk menyesuaikan data fisik dan data yuridis dalam peta pendaftaran, daftar tanah, daftar nama, surat ukur, buku tanah, dan sertifikat dengan perubahan yang terjadi kemudian.

 

Pasal 16

 

 

Ayat (1)

 

 

 

Yang dimaksud dengan "nilai tanah" adalah nilai pasar (market value) yang ditetapkan oleh Badan Pertanahan Nasional dalam peta zona nilai tanah yang disahkan oleh Kepala Kantor Pertanahan untuk tahun berkenaan dan untuk wilayah yang belum tersedia peta zona nilai tanah digunakan Nilai Jual Objek Pajak atas tanah pada tahun berkenaan.

 

 

 

Contoh:

 

 

 

Penghitungan berdasarkan nilai pasar permeter persegi (m2) adalah Rp100.000,00.

 

 

 

Luas Tanah adalah 100 m2

 

 

 

Jadi nilai tanah dihitung menjadi:

 

 

 

Rp100.000,00 x 100 = Rp10.000.000,00.

 

 

 

Dengan demikian, penghitungan tarif Pelayanan Pendaftaran Tanah Untuk Pertama Kali berupa Pelayanan Pendaftaran Keputusan Perpanjangan Hak Atas Tanah untuk Hak Guna Usaha, Hak Guna Bangunan, atau Hak Pakai Berjangka Waktu menjadi:

 

 

 

T   =

2 x Rp10.000.000,00 + Rp100.000,00

 

 

 

=

Rp20.000,00 + Rp100.000,00

 

 

 

=

Rp120.000,00

 

 

 

Jadi, tarif yang dikenakan sebesar Rp120.000,00.

 

 

Ayat (2)

 

 

 

Contoh:

 

 

 

Penghitungan berdasarkan nilai pasar per meter persegi (m2) adalah Rp100.000,00.

 

 

 

Luas Tanah adalah 100 m2

 

 

 

Jadi nilai tanah dihitung menjadi:

 

 

 

=

Rp100.000,00 x 100

 

 

 

=

 Rp10.000.000,00

 

 

 

Dengan demikian, penghitungan tarif Pelayanan Pemeliharaan Data Pendaftaran Tanah berupa Pelayanan Pendaftaran Pemindahan Peralihan Hak Atas Tanah untuk Perorangan dan Badan Hukum menjadi:

 

 

 

T   =

1 x Rp10.000.000,00 + Rp50.000,00

 

 

 

=

Rp10.000,00 + Rp50.000,00

 

 

 

=

Rp60.000,00

 

 

 

Jadi, tarif yang dikenakan sebesar Rp60.000,00. 

 

Pasal 17

 

 

Cukup jelas.

 

Pasal 18

 

 

Yang dimaksud dengan "Tanah Objek Penguasaan Benda-benda Tetap Milik Perseorangan Warga Negara Belanda (P3MB)" adalah semua tanah milik perorangan Warga Negara Belanda, yang tidak terkena Undang-Undang Nomor 86 Tahun 1958 tentang Nasionalisasi Perusahaan-Perusahaan Milik Belanda, yang pemiliknya telah meninggalkan wilayah Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 3 Prp Tahun 1960.

 

 

Yang dimaksud dengan "Peraturan Presidium Kabinet Dwikora Nomor 5/Prk/l965" adalah semua tanah kepunyaan Badan-badan Hukum Belanda yang Direksi/pengurusnya sudah meninggalkan Indonesia dan menurut kenyataannya tidak lagi menyelenggarakan ketatalaksanaan dan usahanya dinyatakan jatuh kepada Negara dan dikuasai Pemerintah Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Presidium Kabinet Dwikora Republik Indonesia Nomor 5/Prk/Tahun 1965.

 

Pasal 19

 

 

Cukup jelas.

 

Pasal 20

 

 

Cukup jelas.

 

Pasal 21

 

 

Ayat (1)

 

 

 

 

 

 

Ayat (2)

 

 

 

huruf a

 

 

 

 

Yang dimaksud dengan "masyarakat tidak mampu" adalah perorangan yang besar penghasilannya per bulan dibawah Upah Minimum yang berlaku pada masing-masing Kabupaten/Kota yang dibuktikan dengan surat keterangan dari Ketua RT/RW setempat dan diketahui oleh Lurah, Kepala Desa, atau nama lainnya.

 

 

 

huruf b

 

 

 

 

Cukup jelas.

 

 

 

huruf c

 

 

 

 

Cukup jelas.

 

 

 

huruf d

 

 

 

 

Cukup jelas.

 

 

 

huruf e

 

 

 

 

Cukup jelas.

 

 

 

huruf f

 

 

 

 

Cukup jelas.

 

 

 

huruf g

 

 

 

 

Cukup jelas.

 

 

Ayat (3) 

 

 

 

Cukup jelas.

 

Pasal 22

 

 

Ayat (1)

 

 

 

Cukup jelas.

 

 

Ayat (2)

 

 

 

Yang dimaksud dengan "nazhir" adalah pihak yang menerima harta benda wakaf dari wakif untuk dikelola dan dikembangkan sesuai dengan peruntukannya.

 

Pasal 23

 

 

Cukup jelas.

 

Pasal 24

 

 

Cukup jelas.

 

Pasal 25

 

 

Cukup jelas.

 

Pasal 26

 

 

Cukup jelas.

 

Pasal 27

 

 

Cukup jelas.

 

Pasal 28

 

 

Cukup jelas.

 

Pasal 29

 

 

Cukup jelas.

     

TAMBAHAN LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5100

 

 

LAMPIRAN

 

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2010 TANGGAL 22 JANUARI 2010


 

JENIS DAN TARIF ATAS JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK

YANG BERLAKU PADA BADAN PERTANAHAN NASIONAL

 

 

NO.

JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK

SATUAN

TARIF

I.

PELAYANAN SURVEI, PENGUKURAN BATAS KAWASAN

ATAU BATAS WILAYAH, DAN PEMETAAN

   

A.

Pelayanan Survei

    1.

Pelayanan Survei Nilai Bidang Tanah Pemukiman atau Pertanian

Per bidang Rp 450.000,00
2. Pelayanan Survei Nilai Bidang Tanah Usaha Per bidang Rp 600.000,00
B. Pelayanan Pengukuran Batas Kawasan atau Batas Wilayah Per tugu Rp 3.500.000,00

C.

Pelayanan Pemetaan

 

 

1.

Pemetaan Zona Nilai Tanah dan Zona Nilai Ekonomi Kawasan Skala 1:10.000

Per hektar

Rp 25.000,00

 

 

2.

Pemetaan Zona Nilai Tanah dan Zona Nilai  Ekonomi Kawasan Skala 1:25.000

Per hektar

Rp 5.000,00

3.

Pemetaan Tematik Bidang Skala 1:2.500 

Per bidang

Rp 75.000,00

 

 

4.

Pemetaan Tematik Bidang Tanah untuk Pemecahan Sertifikat Skala 1 : 1.000

Per bidang

Rp 75.000,00

5.

Pemetaan Tematik Kawasan Skala 1:10.000

Per hektar

Rp 40.000,00

6.

Pemetaan Tematik Kawasan Skala 1:25.000

Per hektar

Rp 20.000,00

D

Pelayanan Pembuatan Peta Dasar

 

 

1.

Pembuatan Peta Foto Skala 1: 1.000
(minimal 1.000 hektar)

Per hektar

Rp 200.000,00

 

 

2.

Penambahan Pembuatan Peta Foto Skala 1:1.000

seluas 500 Hektar dan kelipatannya

Per hektar

 Rp 150.000,00

 

 

3.

Pembuatan Peta Citra Skala 1:2.500
(minimal 10.000 hektar)

Per hektar

Rp 50.000,00

 

 

4.

Pembuatan Peta Garis Skala 1: 1.000
(minimal 100 hektar)

Per hektar

Rp 120.000,00

 

 

5.

Pembuatan Peta Garis Skala 1 : 2.500
(minimal 100 hektar) 

Per hektar

Rp 100.000,00

II.

PELAYANAN PENDAFTARAN TANAH

 

A.

Pelayanan Pendaftaran Tanah untuk Pertama
Kali

 

 

 

 

1.

Pelayanan Pendaftaran Penegasan
Konversi atau Pengakuan Hak

Per bidang

Rp 50.000,00

 

 

2.

Pelayanan Pendaftaran Keputusan
Pemberian Hak Atas Tanah untuk:

 

 

a.

Perorangan

Per bidang

Rp 50.000,00

b.

Badan Hukum

Per bidang

Rp 100.000,00

 

 

3.

Pelayanan Pendaftaran Keputusan perpanjangan Hak Atas Tanah untuk Hak Guna Bangunan dan Hak Pakai di atas Hak Pengelolaan

Per bidang

Rp 50.000,00

 

 

4.

Pelayanan Pendaftaran Keputusan pembaruan Hak Atas Tanah untuk Hak Guna Bangunan dan Hak Pakai di atas Hak Pengelolaan

Per bidang

Rp 50.000,00

5.

Pelayanan Pendaftaran Hak Milik Atas Satuan Rumah Susun

 

 

 

a.

Bersubsidi (berdasarkan penetapan
Kementerian Negara Perumahan Rakyat

Per unit 

Rp 50.000,00

b.

Non Subsidi

Per unit

Rp 100.000,00

 

 

6.

Pelayanan Pendaftaran Hak Guna Ruang Atas Tanah, Ruang Bawah Tanah, dan Ruang Perairan

Per bidang

Rp 50.000,00

7.

Pendaftaran Perubahan Hak:

a.

Hak Guna Bangunan atau Hak Pakai menjadi Hak Milik

Per bidang

Rp 50.000,00

b.

Hak Pakai menjadi Hak Guna Bangunan

Per bidang

Rp 50.000,00

c.

Hak Guna Bangunan menjadi Hak Pakai

Per bidang

Rp 50.000,00

d.

Hak Milik menjadi Hak Guna Bangunan atau Hak Pakai

Per bidang

Rp 50.000,00

B.

Pelayanan Pemeliharaan Data Pendaftaran Tanah.

 

 

1.

Pelayanan pendaftaran pemindahan/peralihan Hak Atas Tanah untuk Instansi Pemerintah dan badan hukum keagamaan dan sosial yang penggunaan tanahnya untuk peribadatan, Panti Asuhan dan Panti Jompo

Per bidang

Rp  50.000,00

2.

Pengangkatan Pejabat Pembuat Akta Tanah

Per orang

 Rp 50.000,00

3.

Pemindahan Pejabat Pembuat Akta Tanah

Per orang

Rp 50.000,00

 

 

4.

Pelayanan pendaftaran Pemberian Hak Guna Bangunan dan Hak Pakai di atas Hak Milik

Per bidang

Rp 50.000,00

 

 

5.

Pelayanan Pendaftaran Hak Tanggungan [Pendaftaran Akta Pemberian Hak Tanggungan (APHT)]  dengan Nilai Hak Tanggungan:

 

 

a.

sampai dengan Rp250 juta

Per bidang

Rp 50.000,00

b.

di atas Rp250 juta sampai dengan Rp1 Milyar

Per bidang

Rp  200.000,00

c.

di atas Rp1 Milyar sampai dengan Rp10 Milyar

Per bidang

Rp 2.500.000,00

d.

di atas Rp10 Milyar sampai dengan Rp1 Trilyun

Per bidang

Rp 25.000.000,00

e.

di atas Rp1 Trilyun

Per bidang

Rp 50.000.000,00

 

 

6.

Pelayanan Pendaftaran Peralihan Hak Tanggungan

(Cessie, Subrogasi, Merger)

Per bidang

Rp 50.000,00

 

 

7.

Pelayanan Pendaftaran Hapusnya Hak atas Tanah dan

Hak Milik Satuan Rumah Susun karena Pelepasan Hak

Per bidang

Rp 50.000,00

 

 

8.

Pelayanan Pendaftaran Pembagian Hak Bersama (tanpa ada pemecahan/ pemisahan maupun memerlukan pemecahan / pemisahan)

Per bidang

Rp 50.000,00

 

 

9.

Pelayanan Pendaftaran Perubahan Data Berdasarkan Putusan Pengadilan atau Penetapan Pengadilan

Per bidang

Rp 50.000,00

 

 

10.

Pelayanan Pendaftaran Pemisahan, Pemecahan, dan Penggabungan

Per bidang

Rp 50.000,00

 

 

11.

Pelayanan Pendaftaran Hapusnya Hak Tanggungan/Roya [termasuk roya parsial yang memerlukan pemisahan atau tidak)

Per bidang

Rp 50.000,00

12.

Pelayanan Pendaftaran Perubahan Nama

Per bidang

Rp 50.000,00

 

 

13

Pelayanan Penggantian Blanko Sertifikat (karena hilang/

rusak atau penggantian blanko sertifikat model lama

ke model baru)

Per bidang

Rp 50.000,00

14.

Pelayanan Pencatatan Pemblokiran 

Per bidang

Rp 50.000,00

15.

Pelayanan Pencatatan Lain sesuai ketentuan yang berlaku.

Per bidang

Rp 50.000,00

III.

PELAYANAN INFORMASI PERTANAHAN

A.

Pelayanan Informasi Titik Koordinat 

Per titik

Rp 50.000,00

 

B.

Pelayanan Data Global Navigation Satellite
System
(GNSS)/Continuously Operating
Reference Stations
(CORS)

 

 

 

 

1.

Paket data harian 
 

Per pengguna/

hari

Rp 50.000,00

 

 

2.

Paket data bulanan

Per pengguna/

bulan

Rp 1.250.000,00

 

 

3.

Paket data tahunan 

Per pengguna/

tahun

Rp 13.750.000,00

 

C.

Pelayanan Peta Pertanahan dalam format
multimedia dan format raster lainnya

 

 

 

 

1.

Peta sampai dengan Skala 1:5.000
(minimal 25 hektar) 

Per hektar /tema

Rp 4.000,00

 

 

2.

Peta dari Skala 1:10.000 sampai dengan
1:50.000 (minimal 4.000 hektar)

Per hektar/tema

Rp 100,00

 

D.

Pelayanan Informasi Nilai Tanah atau
Kawasan

 

 

1.

Nilai Tanah atau Nilai Aset Properti

Per bidang

Rp 50.000,00

2.

Zonasi Nilai Tanah (minimum 50 hektar)

Per hektar

Rp 1.000,00

3.

Nilai Ekonomi Kawasan (minimum 50 hektar)

Per hektar

Rp 1.000,00

4.

Nilai Aset Kawasan (minimum 50 hektar)

Per hektar

Rp 1.000,00

 

E.

Pelayanan Peta Analisis Penatagunaan Tanah
(Analisis Penggunaan Tanah, Ketersediaan
Tanah, dan peta-peta lainnya)

 

 

1.

Hitam putih

 

 

 

a.

Format A4

Per lembar/
wilayah

Rp 25.000,00

 

 

 

b.

Format A3

Per lembar/
wilayah

Rp 40,000,00

 

 

 

c.

Format A2

Per lembar /
wilayah

Rp 55.000,00

 

 

 

d.

Format A1

Per lembar/
wilayah

Rp 75.000,00

 

 

 

e.

Format A0

Per lembar/ 
wilayah

Rp 100.000,00

2.

Kertas Berwarna

 

 

 

a.

Format A4

Per lembar/
wilayah

Rp 75.000,00

 

 

 

b.

Format A3

Per lembar/
wilayah

Rp 90.000,00

 

 

 

c.

Format A2

Per lembar/
wilayah

Rp 110.000,00

 

 

 

d.

Format A1

Per lembar/
wilayah

Rp 135.000,00

 

 

 

e.

Format A0

Per lembar/
wilayah

Rp 175.000,00

3.

Digital dalarn format multimedia

 

 

 

a.

Skala sama dengan atau lebih besar
dari 1 : 10.000

Per tema/ wilayah

Rp 350.000,00

 

 

 

b.

Skala lebih kecil dari 1 : 10.000 sampai
dengan 1 : 50.000

Per tema/ wilayah

Rp 300.000,00

 

 

 

c.

Skala lebih kecil dari 1. 50.000 sampai 
dengan 1 : 100.000

Per tema/ wilayah

Rp 275.000,00

 

 

 

d.

Skala lebih kecil dari 1 : 100.000

Per tema/ wilayah

Rp 250.000,00

F.

Pelayanan Informasi Data Tekstual/Grafikal

1.

Pengecekan Sertifikat

Per sertifikat

Rp 50.000,00

2.

Penerbitan Surat Keterangan Pendaftaran

Tanah (SKPT)

Per SKPT

Rp 50.000,00

3.

Informasi Tekstual/Grafikal untuk Surveyor
Berlisensi.

Per bidang

 Rp 50.000,00

IV.

PELAYANAN LISENSI

A.

Penilai Tanah

Per orang/
usaha jasa
penilaian

Rp 250.000,00

B.

Surveyor Berlisensi

Per orang/
usaha jasa
perorangan

Rp 250.000,00

C.

Ujian Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT)

Per orang 

Rp 250.000,00

V.

PELAYANAN PENDIDIKAN

A.

Program Pendidikan Diploma I Pengukuran
dan Pemetaan Kadastral untuk mahasiswa
tahun akademik 2009/2010

1.

Penyelenggaraan Pendidikan :

a.

Biaya Kuliah

1)

Kuliah/Teori

Per satuan

kredit semester

Rp 20,000,00

2)

Praktik

Per satuan
kredit semester

Rp 30.000,00

b.

Biaya Penunjang Pendidikan

Per satuan
kredit semester

Rp 50.000,00

c.

Biaya Ujian

Per satuan
kredit semester

 Rp 8.500,00

d.

Biaya Wisuda
 

Per orang

Rp 250.000,00

e.

Biaya Pengelolaan

 Per satuan
kredit semester

Rp 12.500,00

B.

Program Pendidikan Diploma I Pengukuran dan Pemetaan Kadastral 

1.

Pendaftaran Calon Mahasiswa

Per orang

Rp 150.000,00

2.

Penyelenggaraan Pendidikan:

a.

Kuliah

1)

Teori

Per satuan

kredit semester

Rp 30.000,00

2)

Praktek

Per satuan
kredit semester

Rp 40.000,00

3)

Teori dan Praktik

Per satuan
kredit semester

Rp 70.000,00

b.

Ujian

Per satuan

kredit semester

Rp 25.000,00

3.

Wisuda

Per orang

Rp 300.000,00

4.

Penunjang Kegiatan Pendidikan

Per orang/ 
paket

Rp 7.000.000,00

C.

Program Pendidikan Diploma IV /Strata-1 Pertanahan

1.

Pendaftaran Calon Mahasiswa

Per orang

Rp 150.000,00

2.

Penyelenggaraan Pendidikan:

a.

Kuliah

1)

Teori

Per satuan
kredit semester

Rp 40.000,00

2)

Praktik

Per satuan
kredit semester

Rp 60.000,00

3)

Teori dan Praktik

Per satuan
kredit semester

Rp 100.000,00

b.

 Ujian

Per satuan
kredit semester

Rp 60.000,00

3.

Wisuda

Per orang

Rp 500.000,00

4.

Penunjang Kegiatan Pendidikan

Per orang/ 
tahun

Rp 6.000.000,00

D.

Pendidikan Ketrampilan Pertanahan untuk Masyarakat (Non Institusional)

1.

Pendaftaran Calon Mahasiswa

Per orang

Rp 150.000,00

2.

Penyelenggaraan Pendidikan :

a.

Kuliah

1)

I) Teori

Per jam

pelajaran

Rp 30.000,00

2)

Teori dan Praktik

Per jam
pelajaran

Rp 50.000,00

b.

Ujian

Per jam
pelajaran

Rp 8.500,00

3.

Pelantikan

Per orang

Rp 250.000,00

4.

Penunjang Kegiatan Pendidikan

Per orang/
paket

Rp 700.000,00

E.

Program Pendidikan Khusus Pejabat Pembuat Akta Tanah

Per orang

Rp 150.000,00

1.

Pendaftaran Calon Mahasiswa

2.

Penyelenggaraan Pendidikan:

a.

Kuliah

1)

Teori

 Per satuan
kredit kwartal

Rp 60.000,00

2)

Teori dan Praktik

Per satuan
kredit kwartal

Rp 90.000,00

b.

Ujian

Per satuan
kredit kwartal

Rp 50.000,00

3.

Wisuda 

Per orang

Rp 500.000,00

4.

Penunjang Kegiatan Pendidikan

Per orang/ 
paket

Rp 2.000.000,00

F.

Program Pendidikan Spesialis-1  Pertanahan

Per orang

Rp 150.000,00

1.

Pendaftaran Cajon Mahasiswa

2.

Penyelenggaraan Pendidikan:

a.

Kuliah

1)

Teori

Per satuan
kredit triwulan

 Rp 60.000,00

2)

Praktik 

Per satuan
kredit triwulan

Rp 90.000,00

3)

Teori dan Praktik

Per satuan
kredit triwulan

Rp 150.000,00

b.

Ujian

Per satuan
kredit triwulan

Rp 75.000,00

3.

Wisuda

Per orang

Rp 500.000,00

4.

Penunjang Kegiatan Pendidikan

 Per orang/ 
paket

Rp 5.000.000,00

G.

Program Pendidikan Magister (Strata-2)
Pertanahan

1.

Pendaftaran Calon Mahasiswa

Per orang

Rp 150.000,00

2.

Penyelenggaraan Pendidikan:

a.

Kuliah

1)

Teori

Per satuan
kredit semester

Rp 60.000,00

2)

Praktik

Per satuan
kredit semester

Rp 90.000,00

3)

Teori dan Praktik

Per satuan
kredit semester

Rp 150.000,00

b.

Ujian

Per satuan

kredit semester

Rp 75.000,00

3.

Wisuda

Per orang

Rp 500.000,00

4.

Penunjang Kegiatan Pendidikan

Per orang/
paket

Rp 10.000.000,00


                                                                                                                         PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

 

                                                                                                                                               ttd
 

                                                                                                                      DR. H. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO